This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 19 Maret 2012

Ratusan Relawan PMI Siaga di Enam Gunung Berapi di Indonesia


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) siagakan 152 relawannya untuk merespon dampak peningkatan aktifitas 6 gunung berapi di Indonesia, yaitu Gunung Marapi dan Kerinci (Sumatera), Soputan, Lokon dan Karangetan (Sulawesi) serta Gunung Papandayan (Jawa Barat).

Dalam siaran pers yang dikirim ke republika.co.id, Rabu (17/8), PMI menyatakan ratusan personil tersebut merupakan anggota Satgana (Satuan Penanggulangan Bencana), relawan KSR (Korps Sukarela) yang mayoritas adalah mahasiswa dan SIBAY (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat).

Di Sumatera Barat, PMI setempat menurunkan 75 relawan Satgana, 15 anggota SIBAT dan 10 anggota KSR untuk siaga dan terus memantau aktivitas Gunung Marapi.

"Para relawan diturunkan dari PMI Kabupaten Padang Pariaman, PMI Kota Pariaman, PMI Kota Bukit Tinggi, PMI Kabupaten Agam, PMI Kabupaten Tanah Datar, PMI Kabupaten Kayu Aro dan PMI Kabupaten Kerinci," ujar Kepala Markas PMI Provinsi Sumatera Barat, Hidayatul Irwan.

Menurut pengamatan mereka, Gunung Kerinci masih bergejolak sejak akhir Juli 2011. Terpantau terakhir pada 20 Juli lalu, gunung yang berada di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi ini mengeluarkan asap putih kecoklatan dengan hujan abu yang saat itu sempat melanda Sosok Selatan dan Sungai Penuh.

Di Sulawesi Utara, Komandan Satgana PMI Provinsi Sulawesi Utara, Irwan Lalegit, mengatakan timnya masih terus siaga dan memantau aktifitas Gunung Lokon, Gunung Karangetan dan Soputan. "Pemantauan kami lakukan secara intensif. Hingga saat ini Gunung Soputan masih mengeluarkan lava pijar dan hujan abu. Kami pun telah mendistribusikan masker untuk penduduk yang tinggal di lokasi dekat gunung-gunung tersebut," katanya.

Untuk mengamati Gunung Karangetan yang aktifitasnya meningkat sejak kemarin, PMI setempat menurunkan 20 Satgana dari PMI Kabupaten Kepulauan Sitaro. Meski aktivitas Gunung Lokon cenderung menurun, sebanyak 11 anggota KSR dan 5 Satgana dari PMI Kota Tomohon tetap siaga di posko pemantauan Kelurahan Matani Tomohon.

Sementara itu di Jawa Barat, Kepala Markas PMI Kabupaten Garut H. Dedi mengatakan, 20 anggota KSR PMI Kabupaten Garut dan 30 anggota Satgana dari PMI Kabupaten Garut terus siaga memantau perkembangan Gunung Papandayan. Sebagai dukungan terhadap respon cepat PMI untuk 6 gunung berapi ini, PMI  membentuk Pusat Bantuan Bencana di enam regional, yaitu Serang, Semarang, Surabaya, Padang, Banjarmasin dan Makassar.

"Pusat Bantuan Bencana ini akan dilengkapi dengan gudang bantuan logistik, armada amphibi (haglund), rumah sakit lapangan, ambulans, perlengkapan produksi air bersih untuk kondisi darurat, tangki air, truk dan berbagai fasilitas pendukung," jelas Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI, Arifin Muh Hadi.

Bapak palang merah dunia


Jean Henri Dunant (1828-1910) adalah seorang warga negara Swiss yang dikenal sebagai Bapak Palang Merah Dunia adalah pemuda yang menyaksikan perang mengerikan antara pasukan Prancis dan Italia melawan pasukan Austria di kota Solferino, Italia Utara pada 24 Juni 1859.

Tidak kurang 40.000 tentara terluka menjadi korban perang, sementara bantuan medis tidak cukup merawat korban sebanyak itu. Tergetar penderitaan tentara yang terluka, Henry Dunant bersama penduduk setempat mengerahkan bantuan menolong mereka. Setelah kembali ke Swiss, Henry Dunant menuangkan kesan dan pengalamannya ke dalam buku berjudul "Kenangan dari Selferino" menggemparkan Eropa.

Di buku itu Henry Dunant mengajukan dua gagasan. Pertama, membentuk organisasi kemanusiaan internasional yang dapat dipersiapkan pendiriannya pada masa damai untuk menolong prajurit yang terluka di medan perang. Kedua, mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cedera dan sukarelawan serta organisasinya yang menolong saat terjadinya perang.

Pada 1863 Henry Dunant bersama keempat kawannya merealisasi gagasan tersebut dengan mendirikan komite internasional untuk nantuan para tentara yang cedera, sekarang disebut Komite Internasional Palang Merah atau Committee of The Red Cross (ICRC) merupakan lembaga kemanusiaan bersifat mandiri, sebagai penengah dan netral.

Dalam perkembangannya Palang Merah Internasional juga memiliki Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah atau International Federation of Red Cross dan Red Crescent (IFRC).

Semangat Henry Dunant inilah yang mengilhami terbentuknya Perhimpunan Nasional Palang Merah Nasional dan Bulan Sabit Merah yang didirikan hampir di setiap negara di seluruh dunia berjumlah 176 perhimpunan nasional. Sedang gagasan kedua Henry Dunant direalisasi Pemerintah Swiss dengan mengadakan konferensi Jenewa dengan menghasilkan Konvensi Jenewa (1864) yang terus dikembangkan sehingga dikenal sebagai Konvensi Jenewa 1949.

Senin, 05 Maret 2012



Nama yang begitu unik, indah dan mudah melekat di benak semua orang. Tak hanya nama yang indah, tapi sikap, perilaku dan pembawaan yang grapyak (supel) ibu dua anak ini juga akan membawa aura keceriaan dan kenyamanan bagi orang-orang disekitarnya.
Beliau juga salah satu emansipator wanita yang sangat aktif di daerahnya. Karena menurut beliau, selama ia mampu membantu dan bisa bermanfaat bagi orang lain maka dengan tidak segan-segan ia akan sumbangkan waktu, tenaga, pemikiran bahkan materinya untuk kepentingan kemaslahatan. Golek (35 tahun) diangkat sebagai Manajer UPK BKM Terboyo Mandiri setelah sebelumnya diadakan rapat Anggota BKM Terboyo Mandiri yang diselenggarakan pada hari Jumat, Tanggal 23 November 2007 yang lalu. Dengan diangkatnya sebagai Manajer UPK-BKM Terboyo Mandiri, maka begitu besar harapan masyarakat terhadap ibu dua anak ini untuk mengemban amanah tersebut.
Pada awalnya, Golek sempat ragu dan pesimis akan keberhasilan PNPM-P2KP (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan) yang sekarang menjadi PNPM Mandiri Perkotaan. Menurutnya, “Program PNPM Mandiri Perkotaan sangat susah sekali dan jauh dari harapan berhasil apabila diterapkan di wilayah Terboyo Wetan”, paparnya. Hal tersebut ia utarakan melihat rata-rata penduduk di Terboyo Wetan bekerja sebagai buruh industri karena wilayahnya yang berada di lingkungan industri dan dekat dengan terminal Terboyo. Dengan semangat untuk memajukan daerahnya, bersama dengan rekan-rekan BKM, UP-UP serta relawan, Golek mengajak masyarakat di daerahnya untuk bisa lebih maju dan berdaya. Maju dan berdaya dalam pemikiran, sikap-perilaku, arif dan bijaksana ketika mendapat serta menangani suatu masalah. Loyalitas istri dari Suyono ini diwujudkan dengan turun ke masyarakat, mendampingi dan terus mensosialisasikan PNPM Mandiri Perkotaan.
Meskipun beliau sebagai Manajer UPK yaitu yang mengurusi mengenai Aspek Ekonomi (pinjaman bergulir), tetapi ia tidak lantas hanya mengurusi aspek ekonomi saja. Beliau juga selalu tanggap dan cekatan terhadap tugas-tugas dari PNPM Mandiri Perkotaan. Bukti dari usaha untuk mendampingi masyarakatnya, sekarang ini Golek Sejati dan rekan-rekannya telah berhasil menjalankan tugas pertamanya sebagai UPK-BKM Terboyo Mandiri, yaitu menyelesaikan proposal KSM ekonomi Kelurahan Terboyo Wetan per 5 Agustus 2008 yang lalu. Adapun jumlah calon peminjam ekonomi BKM Terboyo Mandiri sebanyak 42 orang, 18 peminjam laki-laki, 24 sisanya perempuan, yang terbagi dalam 13 KSM dengan total dana BLM sebesar Rp 39 juta, dan swadaya masyarakat sebesar Rp 260,425 juta.
Sumber www.kmwjateng.net

Senin, 27 Februari 2012

PMR sekadau juara umum *HKPMS X tingkat provinsi kalbar


Prestasi terbaik kembali diukir oleh putra-putri Kabupaten Sekadau. Kali ini Palang Merah Remaja (PMR) Kabupaten Sekadau yang dikomandani Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Sekadau, Wirdan Mahzumi, dan Heriansah, Pembina PMR Kabupaten Sekadau, berhasil mengharumkan nama ‘Bumi Lawang Kuari’ pada Hari Kesehatan Palang Merah Sedunia (HKPMS) X Tingkat Provinsi Kalbar.
HKPMS diselenggarakan oleh Korps Sukarelawan (KRS) PMI Untan, sejak 12 hingga 16 Juli 2010. Dimana PMR Sekadau berhasil meraih juara umum.
 Sejumlah lomba yang diikuti antara lain, exspidi henryy dunant, lomba asah terampil, desain promosi, lomba hasta karya, mading tiga dimensi, lomba edu game, paduan suara, pentas seni film pendek dan tenda sehat.
 Dari semua jenis lomba yang diikuti, PMR Sekadau berhasil memboyong 9 piala dan berhasil menyisihkan kabupaten/kota lain di seantero Kalbar.
 Ketua PMI Sekadau, Heriansah, mengatakan jumlah kontingen yang ikut dalam perlombaan PMR yang keempat kali ini sebanyak 20 orang, masing-masing 10 orang putra dan 10 orang putri serta ditambah 2 orang pendamping.
 Rombongan PMR yang kesemuanya masih pelajar SMA itu diterima oleh bupati Sekadau di ruang rapat bupati. Bupati Sekadau, Simon Petrus, menyampaikan selamat atas prestasi yang telah diraih oleh PMR Sekadau. “Semoga prestasi yang telah diraih PMR ini memberikan arti penting dalam rangka mengharumkan nama baik Kabupaten Sekadau,” ujarnya.
 Dikatakan Bupati Simon, pihaknya akan terus memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin mengembangkan diri dalam berbagai bidang, termasuk dalam berorganisasi. “Pemerintah dengan segala keterbatasan yang ada akan terus berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat untuk mengembangkan dirinya secara baik dan benar,” kata Simon.
 Sementara itu, Ketua Cabang PMI Sekadau, Wirdan Mahzumi, meminta kepada PMR Sekadau untuk terus belajar dengan niat dan semangat yang tinggi. Sebab ada banyak peluang yang bisa dicapai oleh PMR. Salah satunya adalah formasi kedokteran sebagaimana yang telah disepakati dalam bentuk kerjasama antara bupati Sekadau dengan Untan.
”Formasi kedokteran masih memiliki 4 angkatan lagi. Peluang baik ini sangat terbuka bagi masyarakat Kabupaten Sekadau,” kata dia.
 Wirdan juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah, dalam hal Bupati Simon Petrus. ”Kepada PMR, mari kita berjuang terus membangun Kabupaten Sekadau yang lebih baik,” tandasnya.

4 Relawan Indonesia di Somalia Pulang ke Tanah Air

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
TANGERANG - Empat relawan kemanusiaan asal Indonesia di Somalia, hari ini pulang ke tanah air. Mereka berangkat ke Somalia pada 20 Agustus 2011 lalu.

Empat aktivis kemanusiaan itu, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat Emirat Airline EK 356, rute Nairobi Dubai-Jakarta, sekira pukul 16.30 WIB. Mereka adalah Ketua Tim Imam Akbari, ahli logistik dan dokumentasi Andika Purbosuasoni, serta dua dokter, yakni Ajis Suranto dan Nahdlatululami.

"Selama berada di kamp pengungsi warga Somalia, kami memberikan bantuan berupa obat-obatan," ujar Imam Akbari kepada okezone, Rabu (7/9/2011).

Ditambahkan, kondisi kesehatan masyarakat Somalia di daerah perbatasan, tepatnya di Kamp Dadap, Kenya, sangat memprihatinkan. Mereka tinggal di tenda-tenda, makan, minum, buang air, dan tidur di sana. "Warga Somalia, butuh uluran tangan kita. Dibutuhkan lebih banyak relawan di Somalia, kondisi mereka sangat buruk," terangnya.

Dijelaskan, kondisi keamanan Somalia, tidak seperti di Indonesia. Namun jika mengikuti administrasi yang berlaku di Somalia, aksi kemanusiaan tetap bisa dilakukan. "Sebagai contoh saja, jika di Indonesia kita melihat makanan banyak dikerubungi lalat itu biasa. Tapi di sana, orangnya yang dikerubungi lalat," sambung Imam Akbari.

Kondisi kesehatan warga Somalia, menurut dia, sangat memprihatinkan. Mereka butuh lebih banyak relawan yang bergerak di bidang kesehatan. "Kami tidak bisa hanya mengandalkan PBB, mereka sendiri memiliki keterbatasan. Warga Somalia, butuh bantuan kemanusiaan," terangnya.
(ful)


sumber: nems.okezone.com